Thursday, 7 March 2013

Knowledge Management


Para pembuat kebijakan di seluruh dunia memandang bahwa perusahaan yang masih dalam taraf “berkembang” memandang bahwa pertumbuhan perusahaan akan mempengaruhi tingkat pekerjaan, inovasi, dan keunggulan perusahaan tersebut. Perkembangan tersebut biasanya sebanding dengan kesuksesan perusahaan dan pengetahuan yang merupakan sumber daya yang sangat bernilai untuk meningkatkan perkembangan kinerja perusahaan di dalam lingkungan bisnis yang penuh persaingan dan kurang stabil ini. Namun, ketidak efektifan dalam mengelola pengetahuan membuat pengetahuan tidak relevan dan tidak berguna di organisasi tersebut. Paper ini akan mengulas konsep knowledge management dan perkembangan kinerja, selanjutnya akan diajukan kerangka kerja untuk penelitian lebih lanjut terhadap dampak knowledge management pada perkembangan kinerja di perusahaan konstruksi.

Kata kunci: Knowledge Management, growth performance, construction companies, construction industry

Enterprise Resource Planning


Sistem ERP merupakan system informasi yang kompleks. Implementasi system ini cukup sulit dan membutuhkan biaya yang besar serta melibatkan SDM yang banyak dan menyita banyak waktu perusahaan. Banyak implementasi ERP yang gagal karena tidak dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. Artikel ini mengidentifikasikan factor-faktor penentu kesuksesan, langkah-langkah pemilihan software, dan prosedur implementasi factor-faktor kesuksesan dalam implementasi ERP. Sebuah studi kasus terhadap keberhasilan implementasi ERP akan didiskusikan dalam konteks factor-faktor kunci.

Keywords: Enterprise resource planning; Business Process Reengineering, Project Management, Faktor Kritis Penentu Kesuksesan, Prosedur Implementasi

Information System in Multi National Company


Kebijakan keamanan informasi dapat dijadikan sebagai acuan dan digunakan sebagai titik awal uuntuk membuat struktur keamanan dalam organisasi. Walaupun para praktisi secara berkelanjutan menekankan pentingnya kebijakan ini, para sarjana sistem informasi tidak mendapat perhatian yang sesuai dalam perspekif 1 tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kebiasaan dan perbedaan dari Multinational Company, dan mendiskusikan perbedaan efek dari strategi para MNC tersebut untuk memperkuat kebijakan keamanan informasiya dalam berbagai latar budaya. Kerangka acuan yang digunakan adalah jarak budaya, ekonomi nasional, jarak institusional, dan keeratan dari transfer pengetahuan dalam proses penguatan kebijakan keamanan informasi dari perusahaan utama ke anak perusahaannya. 

Decision support systems


Decision support systems (DSS) adalah interaksi yang berbasis sistem komputer yang mendukung aktivitas pendukung pembuatan keputusan. DSS menggunakan pengetahuan dan teori dari area luas seperti dari database penelitian, kecerdasan artificial, teori kepususan, ekonomi, pengetahuan kognitif, manajemen pengetahuan, permodelan matematis dan sebagainya, seperti yang didefinisikan oleh International Society on Multiple Criteria Decision Making (MCDM),
MCDM adalah ilmu yang mempelajari metode dan prosedur yang memiliki persoalan tentang beberapa criteria yang bertentangan dan dapat di kategorikan sebagai proses manajemen perencanaan.
Sistem pendukung keputusan/Decision Support System adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan